Minggu, 27 November 2016

Pengertian, Konsep Dasar, Perkembangan, Objek Kajian, Serta Ruang Lingkup Antropologi

Pengertian, Konsep Dasar, Perkembangan, Objek Kajian, Serta Ruang Lingkup Antropologi

Secara etimologi antropologi berasal dari kata antropos yang artinya manusia dan logos yang artinya ilmu. 

Jadi antropologi dapat diartikan sebagai ilmu yang mencoba memahami manusia baik dari segi fisik maupun sosial budayanya.


PENGERTIAN ANTROPOLOGI

Beberapa definisi dari para ahli antropologi : 

1. Haviland,  mengatakan bahwa antropologi merupakan ilmu tentang manusia yang berusaha menyusun generalisasi yang bermanfaat dari manusia agar mendapatkan pengkajian yang lengkap tentang keanekaragaman manusia.

2. Ralph Linton (the study of man),  mengatakan antropologi merupakan suatu ilmu atau studi tentang manusia serta perkembangannya.

3. Carol dan Melvin Ember,  mengatakan bahwa antropologi itu merupakan suatu ilmu yang mempelajari tentang keanekaragaman manusia di dunia dan bukan hanya manusia sekarang tetapi manusia dahulu kala.

4. David Hunter,  antropologi merupakan suatu ilmu yang berkembang dari rasa keingintahuan yang tanpa batas tentang manusia.

5. Ariyono Suyono,  antropologi suatu ilmu yang berusaha mencapai pengertian tentang mahluk manusia termasuk bentuk fisik kepribadian masyarakat dan kebudayaannya.

6. Koentjara Ningrat,  antropologi adalah ilmu yang mempelajari tentang manusia pada umumnya dalam arti yang seluas-luasnya, mahluk anthropos.


KONSEP DASAR DAN METODE ANTROPOLOGI

Secara harfiah dalam bahasa Yunani kata anthropos berarti manusia dan logos berarti studi.

Jadi, antropologi merupakan suatu disiplin yang berdasarkan rasa ingin tahu yang tiada henti-hentinya tentang umat manusia.

Pokok atau sasaran penelitian para ahli antropologi sesudah tahun 1930-an bukan suku bangsa primitif di Eropa lagi, melainkan beralih ke penduduk pedesaan.

Ini merupakan antropologi gaya baru, yang dalam fase perkembangannya yang ke-4 memiliki dua tujuan yaitu :

✔  Tujuan akademis, yaitu untuk mencapai pengertian tentang manusia pada umumnya.

✔  Tujuan praktis, yaitu mempelajari manusia dalam beragam masyarakat suku bangsa.


Konteks kajian-kajian antropologi yang menggunakan psikologi sekarang dianggap suatu sub ilmu atau spesialisasi yang disebut etnipsikologi,  antropologi psikologi, atau studi kebudayaan dan kepribadian.

Metode-metode antropologi diantaranya :

✔ Pengumpulan fakta.
Pengumpulan data mengenai kejadian dan gejala masyarakat dan kebudayaan untuk diolah secara ilmiah.  Dalam tahap ini ada tiga golongan yaitu :

Penelitian di lapangan, penelitian di laboratorium, dan penelitian di perpustakaan.


✔ Penentuan ciri-ciri umum dan sistem atau ilmu gabungan mengenai tingkah laku manusia :

Pada negara berkembang, bangunan nasionalnya yang dalam tahap-tahap awal sangat berorientasi pada pembangunan politik yang terjadi. 

Untuk menyelidiki tentang tingkah laku manusia sekarang sudah ada antropologi psikiatri yang mempelajari berbagai penyakit jiwa.

✔  Verifikasi :
Yaitu pemeriksaan kebenaran terhadap laporan-laporan atau data yang telah dikumpulkan berdasarkan penelitian-penelitian yang telah dilakukan (pengumpulan fakta).  

Sehingga tidak menimbulkan pandangan subjektif pada orang lain.


PERKEMBANGAN ANTROPOLOGI

1. Fase-fase perkembangan ilmu antropologi sebelum Perang Dunia 2
Suku-suku bangsa penduduk pribumi Afrika, Asia dan Amerika mulai didatangi oleh Eropa Barat sejak lahir abad ke-15, berbagai daerah di muka bumi ini mulai terkena pengaruh negara-negara Eropa Barat. 

Bersama perkembangan itu mulai terkumpul suatu himpunan besar dari buku-buku kisah perjalanan, laporan, dan sebagainya.

Dalam buku-buku itu termuat bahan pengetahuan berupa deskripsi tentang adat istiadat, susunan masyarakat, bahasa dan ciri-ciri fisik dari beraneka warna suku bangsa di Afrika, Asia, Oceania yaitu Kepulauan di lautan Teduh. 

Bahan deskripsi-deskripsi itu amat menarik perhatian orang Eropa karena semuanya sangat berbeda dari adat dan istiadat bangsa-bangsa Eropa Barat.

Bahan pengetahuan tadi disebut bahan etnografi atau deskripsi tentang bangsa-bangsa (dari kata ethnos bangsa).

Kemudian dalam pandangan orang Eropa timbul tiga macam sikap yang bertentangan terhadap bangsa-bangsa di Afrika, Asia, Oseania dan orang-orang Indian di Amerika tadi, yaitu :

1) Sebagai orang Eropa yang memandang akan sifat keburukan dari bangsa-bangsa jauh. Dengan demikian timbul istilah seperti savages, primitives yang dipakai orang Eropa.

2)  Sebagian besar orang Eropa memandang sifat-sifat baik dari bangsa-bangsa jauh tadi mengatakan bahwa masyarakat bangsa-bangsa itu tadi adalah contoh dari masyarakat yang masih murni.

3)  Sebagian orang Eropa tertarik akan adat istiadat yang aneh dan mulai mengumpulkan benda-benda kebudayaan dari suku-suku bangsa di Afrika, Asia dan, Amerika pribumi itu tadi.

Kumpulan-kumpulan pribadi tadi ada yang dihimpun menjadi satu supaya dapat dilihat oleh umum, dengan demikian timbul museum-museum pertama tentang kebudayaan-kebudayaan bangsa-bangsa di luar Eropa.

Museum-museum semacam itu yang disebut museum etnografi untuk pertama kali didirikan di Copenhagen Denmark pada tahun 1841 oleh C.J Thomson.

Timbul usaha-usaha pertama dari dunia ilmiah untuk mengintegrasikan seluruh himpunan bahan pengetahuan etnografi tadi menjadi satu.

Fase kedua (kira-kira pertengahan abad ke-19).  Integrasi yang sungguh-sungguh baru timbul pada pertengahan abad ke-19, waktu timbul karangan-karangan yang menyusun bahan-bahan etnografi tersebut berdasarkan cara berpikir evolusi masyarakat.

Secara singkat cara berpikir itu dapat dirumuskan sebagai berikut :

Masyarakat dan kebudayaan manusia telah berevolusi dengan sangat lambat dalam satu jangka waktu beribu-ribu tahun lamanya dari tingkat-tingkat yang rendah melalui beberapa tingkat sampai tingkat tingkat tertinggi.

Dengan timbulnya beberapa karangan sekitar tahun 1860 yang mengklasifikasikan bahan tentang beraneka warna kebudayaan di seluruh dunia ke dalam tingkat-tingkat evolusi yang tertentu, maka timbullah ilmu antropologi.

Kemudian timbul pula beberapa karangan yang hendak meneliti sejarah penyebaran kebudayaan kebudayaan bangsa-bangsa di muka bumi.

Disinipun kebudayaan-kebudayaan bangsa-bangsa di luar Eropa itu dianggap sebagai sisa-sisa dan contoh-contoh dari kebudayaan  bangsa-bangsa di luar Eropa itu orang dapat menambah pengertiannya tentang sejarah penyebaran fase perkembangannya yang kedua ini ilmu antropologi berupa suatu ilmu yang akademikal dengan tujuan yang dapat dirumuskan sebagai berikut :

mempelajari masyarakat dan kebudayaan primitif dengan maksud untuk mendapatkan suatu pengertian tentang tingkat- tingkat kuno dalam sejarah evolusi dan sejarah penyebaran kebudayaan manusia.


Fase ketiga (permulaan abad ke 20).  Pada permulaan abad ke-20, sebagian besar negara-negara penjajah di Eropa masing-masing berhasil untuk mencapai kemantapan kekuasaannya di daerah-daerah jajahan di luar Eropa.

Dalam fase ketiga ini ilmu antropologi menjadi suatu ilmu yang praktis, dan tujuannya dapat dirumuskan sebagai berikut :

mempelajari masyarakat dan kebudayaan kebudayaan suku bangsa di luar Eropa guna kepentingan pemerintah kolonial dan guna mendapat suatu pengertian tentang masyarakat kini yang kompleks.

Fase keempat (sesudah kira-kira 1930). Dalam fase ini ilmu antropologi mengalami masa perkembangannya yang paling luas, baik mengenai bertambahnya bahan pengetahuan yang jauh lebih teliti maupun mengenai ketajaman dari metode-metode ilmiahnya.

Mengenai tujuannya, ilmu antropologi yang baru dalam fase perkembangannya yang keempat ini dapat dibagi menjadi dua yaitu tujuan akademikal dan tujuan praktisnya.

Tujuan akademikalnya adalah mencapai pengertian tentang mahluk manusia pada umumnya dengan mempelajari aneka warna, bentuk fisik, masyarakat serta kebudayaannya.

Karena di dalam praktek ilmu antropologi biasanya mempelajari masyarakat suku bangsa guna membangun suku bangsa itu.


Antropologi masa kini

Perbedaan-perbedaan di berbagai pusat ilmiah.

Uraian mengenai ke empat fase perkembangan ilmu antropologi di atas tadi adalah perlu untuk mendapat suatu pengertian tentang tujuan dan ruang lingkupnya.

Secara kasar aliran-aliran dalam antropologi dapat digolongkan berdasarkan atas adanya berbagai universitas di beberapa negara di mana ilmu antropologi berkembang yaitu terutama di Amerika Serikat, Inggris, Eropa Tengah, Eropa Utara, Uni Soviet dan negara-negara yang sedang berkembang.

Universitas-universitas di Amerika Serikat adalah tempat dimana ilmu antropologi dalam fase keempatnya itu telah berkembang seluas-luasnya.

Amerika Serikat juga mulai mempengaruhi beberapa lapangan penelitian para ahli antropologi di Inggris.

Di Eropa Tengah ilmu antropologi dari Amerika juga sudah mulai nampak pada berbagai ahli antropologi generasi muda di Jerman Barat dan Swiss.

Di Indonesia kita sekarang baru mulai dengan mengembangkan suatu ilmu antropologi dengan yang khusus.

Penggunaan antropologi sebagai suatu ilmu praktis yang di samping sosiologi dapat memberi bantuan dalam hal memecahkan masalah masalah kemasyarakatan di Indonesia sekarang, dan dalam hal perencanaan pembangunan nasional dapat kita contoh dari India.


Perbedaan perbedaan istilah.

Sampai sekarang di berbagai negara masih dipakai berbagai istilah, sehingga ada  perlunya diterangkan dimanakah lazim dipakainya, dan apakah arti dari istilah-istilah seperti : 

Ethnographi, Ethnologi, Volkerkunde, Kulturkunde, Anthropology, Cultural Anthropology, dan Sosial Anthropology.

Ethnographi, berarti :  pelukisan tentang bangsa-bangsa, 

Ethnologi  yang berarti ilmu bangsa-bangsa, 

Volkerkunde (Volkenkunde) berarti ilmu kebudayaan, 

Anthropology  berarti ilmu tentang manusia, 

Cultural Anthropology  istilah yang menyebut bagian dari ilmu antropologi dalam arti luas yang tidak mempelajari manusia dari sudut fisiknya jadi sebagai lawan daripada physical anthropology.

Sekarang dipakai resmi oleh Universitas Indonesia menjadi antropologi budaya.

Sosial antropologi dipakai di Inggris untuk menyebut antropologi dalam fase ketiganya sebagai lawan ethnology.


OBJEK KAJIAN ANTROPOLOGI

Koentjaraningrat  menyatakan bahwa ruang lingkup dan batas lapangan perhatian antropologi yang luas melahirkan lima masalah penelitian khusus. 

Pertama, Masalah sejarah dan perkembangan manusia dilihat dari segi biologisnya. 

Kedua, sejarah terjadinya berbagai ragam manusia dipandang dari ciri-ciri tubuh fisiknya. 

Ketiga, masalah sejarah perkembangan serta penyebaran berbagai bahasa di dunia. 

Keempat, masalah perkembangan, penyebaran, dan terjadinya aneka kebudayaan di dunia. 

Kelima, masalah asas-asas kebudayaan manusia dalam kehidupan masyarakat suku bangsa di dunia.

Dari kelima masalah tersebut menurut Koentjaraningrat, disiplin antropologi kemudian dibagi ke dalam dua sub bagian utama, yaitu antropologi fisik dan antropologi budaya.

Antropologi fisik memusatkan perhatiannya pada manusia sebagai organisme biologis dan salah satu yang menjadi perhatiannya adalah evolusi manusia.

Ahli antropologi fisik berusaha melacak nenek moyang manusia untuk mengetahui bagaimana, kapan, dan mengapa kita menjadi jenis makhluk seperti sekarang ini.

Bidang lain dari antropologi fisik adalah studi tentang variasi umat manusia, seperti variasi atau perbedaan warna kulit, bentuk hidung, jenis rambut, dan golongan darah.

Antropologi budaya memusatkan perhatian pada manusia sebagai makhluk sosial dalam masyarakat dan juga pada kebudayaan yang dihasilkan manusia tersebut.

Dari 2 disiplin tersebut muncullah cabang-cabang antropologi  yang dinamakan ruang lingkup antropologi.
Ruang lingkup antropologi menurut Koentjaraningrat :

Antropologi Fisik
a. Paleoantropologi mempelajari asal-usul manusia dan evolusi manusia dengan meneliti fosil yang tersimpan dalam lapisan bumi.

b. Somatologi mempelajari aneka ras yang ditinjau dari ciri-ciri fisiknya, seperti warna kulit, bentuk kepala, bentuk dan warna rambut, warna mata, bentuk hidung, gen, dan golongan darah.

Antropologi Budaya :
c.Prehistori mempelajari sejarah perkembangan dan penyebaran berbagai kebudayaan manusia mengenal tulisan.

d. Etnolinguistik mempelajari bahasa semua suku bangsa yang tersebar di dunia.

e. Etnologi mempelajari asas-asas kebudayaan manusia dalam kehidupan masyarakat suku bangsa yang tersebar di seluruh dunia. 

Etnologi terdiri dari integrasi deskriptif dan pendekatan generalisasi. Integrasi deskripsi menekankan bidang diakronik ( urutan dalam perjalanan waktu) dari kebudayaan. 

Hal ini dilakukan dengan mengolah dan mengintegrasikan hasil-hasil dari antropologi fisik, etnolinguistik prehistori dan etnografi dengan tujuan mencari pengertian tentang sejarah perkembangan suatu daerah. 

Pendekatan generalisasi menekankan bidang inkronik (berdampingan dalam satu waktu) dari kebudayaan untuk mencari asas persamaan di balik aneka ragam masyarakat yang tersebar luas di dunia.

f. Etnopsikologi mempelajari kepribadian bangsa, peranan individu dalam proses perubahan adat istiadat dan nilai universal dari konsep konsep psikologi.

g. Antropologi spesialisasi menghususkan diri mempelajari berbagai masalah praktis dalam masyarakat dan hasilnya dapat langsung diterapkan untuk memecahkan masalah itu.

Bagian dari antropologi spesialisasi adalah sebagai berikut :

✔ Antropologi ekonomi mengkaji hubungan gejala-gejala kebudayaan dengan ekonomi.

✔ Antropologi politik mengkaji hubungan gejala-gejala kebudayaan dengan politik.

✔ Antropologi kesehatan mengkaji gejala-gejala kebudayaan dengan kesehatan.

✔ Antropologi pendidikan mengkaji aspek-aspek kebudayaan dalam hubungannya dengan pendidikan.

✔ Antropologi perkotaan mengkaji hubungan gejala-gejala kebudayaan dengan masalah-masalah perkotaan.

✔ Antropologi kependudukan mengkaji gejala-gejala kebudayaan dalam hubungannya dengan masalah kependudukan.

✔ Antropologi kesehatan jiwa mengkaji hubungan antara gejala-gejala kebudayaan dengan kesehatan jiwa.

✔ Antropologi hukum mengkaji hubungan antara gejala-gejala kebudayaan dengan masalah-masalah hukum.

Secara lebih khusus Harsojo mengelompokan antropologi fisik atas beberapa cabang :

1. Paleoantropologi Primata.

Ilmu yang mempelajari aneka ragam dari manusia yang sudah musnah dan mempelajari makhluk-makhluk yang ada hubungannya dengan manusia.

2. Evolusi manusia

Merupakan ilmu tentang perkembangan fisik manusia yang berhubungan tentang manusia dimasa lalu sampai manusia yang hidup saat ini.

3. Antropometri

Ilmu yang khusus mempelajari bagaimana pengukuran terhadap tubuh manusia.

4. Somatologi 

Ilmu tentang keanekaragaman dari manusia yang ada saat ini, termasuk juga perbedaan manusia secara individu, kelompok maupun dari berbagai ras.

5. Antropologi Rasial 

Ilmu tentang Pengelompokan manusia berdasarkan perbedaan fisik (ras), sejarah dan pencampuran ras.

6. Studi perbandingan tentang pertumbuhan organik dan antropologi konstitusional.

Ilmu tentang berbagai tipe manusia terhadap jenis penyakit tertentu serta tingkah lakunya (tingkah laku kriminal).

Secara lebih detil kita kupas tentang antropologi fisik yang meliputi :

a. Paleoantropologi

Dalam memandang tentang keanekaragaman manusia dimuka bumi maka secara fisik kita akan mengambil kesimpulan bahwa  semua makhluk yang ada di muka bumi berasal dari suatu keturunan homosapiens, maka akan timbul pertanyaan kenapa ada yang tinggi, ada yang pendek, ada yang hitam, ada yang putih, kuning, dan merah, lalu dalam kehidupan mereka bagaimana mereka bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan fisik bumi. Untuk menjawab semua itu paleoantropologi bekerja sama dengan :

1. Genetik manusia, ilmu tentang ciri-ciri dan sifat fisik manusia berdasarkan keturunan (gen).

2. Biologi penduduk, berhubungan lingkungan dengan karakteristik penduduk.

3. Epidemologi, tentang penyebaran penyakit di muka bumi yang menyerang manusia dan perbedaan efeknya terhadap manusia.

Dengan bantuan ilmu diatas dapat diketahui kenapa manusia berbeda secara biologis.

b. Somatologi

Keragaman manusia di muka bumi yang dalam perbedaannya dapat dilihat dari fisik manusia yang kemudian lebih dikenal dengan pengelompokan manusia berdasarkan ras Bruce J. Cohen (1982) mendefinisikan ras merupakan kategori individu yang secara turun temurun memiliki ciri-ciri fisik dan biologis memiliki kesamaan.

Jadi ras merupakan pengelompokan manusia berdasarkan ciri-ciri fisik bukan pada bentuk kebudayaan manusia yang kemudian dikenal dengan suku bangsa.

Pembagian ras berdasarkan ciri fisik ditentukan dari :

1. Bentuk Badan
Secara umum tinggi badan manusia dewasa antara 150 cm sampai dengan 180 cm, secara khusus ada yang kurang dari 150 cm ada yang lebih dari 180 cm,  tetapi ini merupakan pengecualian, secara genetik tinggi dan badan seseorang sangat ditentukan oleh keturunan, lingkungan, dan kondisi ekonomi, contohnya bangsa Eropa dan Jepang lebih antara 5 sampai dengan 10cm  dari generasi sebelumnya, secara ekonomi memperbaiki gizi dan pemeliharaan badan secara berkembang.

2. Bentuk kepala
Untuk mengetahui bentuk dari sebuah kepala dapat kita ukur dari indeks kepala yang kemudian dikelompokkan menjadi :

a.  Ultra mdolichocephalis ;  ukuran kepala kurang dari 65,9.

b. Hyperdolichocephalis ;  ukuran kepala 66 sampai 70,9

c. Dilichocephalis ; ukuran kepala 71 sampai 70,9

d. Mesocephalis ; ukuran kepala 76 sampai dengan 80,9

e. Brachycephalis : ukuran kepala 81 sampai dengan 85,9

f. Hyperbracycephalis ukuran kepala 86 s/d 90

g. Ultrabracycephalis  ukuran kepala lebih dari 91


Dalam penyelidikan terhadap tengkorak kepala walaupun sudah meninggal tidak terdapat perubahan sehingga penelitian dapat dilakukan dalam beberapa generasi, antara laki-laki dan perempuan tidak terdapat perbedaan ukuran, pada umumnya ras di dunia ini memiliki indeks kepala ukuran Dolicho, Meso, dan Brachycephalis.

3. Bentuk Muka
Dalam pengukuran yang dilakukan terhadap bentuk muka termasuk tulang rahang dilakukan terhadap panjang dan lebar muka hasilnya dalam bentuk indeks muka dalam bentuk derajat penonjolan muka kedepan, bentuk dagu, dan gigi. Ukuran indeks muka dikelompokkan atas :

a. Euriprosifis (muka lebar) ukuran yang kurang dari 85

b. Mesoprosofis (muka sedang) ukuran antara 85-88

c. Leptoprosofis (muka panjang) ukuran lebih dari 88

Rumus yang digunakan dalam mengukur lebar muka :  panjang muka / lebar muka * 100


4. Bentuk Hidung
Dalam penentuan indeks hidung menggunakan rumus :  panjang hidung / lebar hidung * 100

a. Leptorhine (hidung kecil) ukuran yang kurang dari 70

b. Mesorinr (hidung sedang) ukuran antara 70 sampai dengan 84

c. Plathyner (hidung lebar) ukuran yang lebih dari 84

5. Warna Kulit, Mata, dan Rambut
Warna kulit dikelompokkan atas putih, hitam,dan kuning, ras putih dikenal dengan ras nordic, ras hitam dikenal dengan orang negro, sedang ras kuning dikenal dengan orang mongoloid. 

Warna mata ada yang hitam, coklat, hijau, dan biru. Sedangkan warna rambut kita kenal dengan warna hitam, pirang, coklat, putih kekuning-kuningan.  Bentuk rambut dikelompokkan atas lurus, ikal, keriting.

Lurus untuk orang mongoloid, bergelombang untuk orang nordic, keriting untuk orang negrito.

c. Ras
Pengelompokan ini didasarkan atas faktor fisik dan sosial dalam pengklarifikasian ditentukan dari sudut morfologi berupa fenotif (tampa yang dikelompokkan atas :

1) Ciri kualitatif berupa warna kulit, rambut, dan sebagainya, ciri ini tidak memiliki ukuran yang pasti tentang berapa kadar hitamnya, ikalnya dan sebagainya yang kesemuanya bersifat relatif.

2) Ciri kuantitatif dilihat dari tinggi badan, berat badan, indeks kepala, ini dapat dilihat berdasarkan somatologi.
Berikut ini disajikan suatu bentuk klasifikasi yang dibuat oleh A. L Kroeber.

1. Austroloid
Penduduk asli Australia.

2. Mongoloid
✔ Asiatic mongoloid (Asia Utara, Asia Tengah, Asia Timur)

✔ Malayan mongoloid (Asia Tenggara, Kepulauan Indonesia, Malaysia, Filipina, dan penduduk asli Taiwan)

✔ American Mongoloid (Penduduk asli benua Amerika Utara dan Selatan dari orang Eskimo di Amerika Utara sampai penduduk Terra Del fuego di Amerika Selatan).

3. Caucasoid
✔ Nordic (Eropa utara sekitar Laut Baltik)

✔ Alpine (Eropa Tengah dan Timur)

✔ Mediterranian (penduduk sekitar Laut Tengah, Afrika Utara, Armenia, Arab, Iran).

✔ Indic (Pakistan, India, Bangladesh).

4. Negroid

✔African Negroid (Benua Afrika)

✔ Negrito (Afrika Tengah, Semenanjung Melayu, Filipina).

✔ Melanesian (Irian, Melanesia).

5. Ras-Ras Khusus

Diklasifikasikan menjadi 4 Ras pokok ;

✔ Bushman (di daerah gurun Kalahari di Afrika Selatan) 

✔ Veddoid (di pedalaman Sri Lanka dan Sulawesi Selatan) 

✔ Polynesian (di Kepulauan Mikronesia dan Polinesia)

✔ Ainu  (di Pulau Karafuto dan Hokkaido di Jepang Utara)

Sumber ; Buku sosiologi SMA kelas x, tim penyusun ; Drs. Yulmaida Yulir, Dra. Mega Ernita Dahlan, Dra. Sri Hartati, Ade Darsono S.Pd, Drs. Priyanto, Drs. Kuat Risyanto, Drs. Hartoyo, Hj. Sulasih, Penerbit : pt. Pustaka Gemilang